Wisata teh Taipei kini menawarkan pengalaman yang lebih personal berkat program baru dari agen perjalanan Topology Travel, yang mempertemukan wisatawan dengan warga lanjut usia Taiwan di sebuah rumah teh bersejarah di kawasan Dadaocheng, Taipei. Program bertajuk “Grandparents Read English Picture Books” ini menghadirkan sisi Taiwan yang jarang terlihat wisatawan pada umumnya.
Wisata Teh Taipei yang Menghubungkan Generasi
Di sebuah rumah teh berusia seabad di Dadaocheng, sekelompok wisatawan dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia duduk mengelilingi meja panjang. Seorang nenek berkemeja garis-garis membuka buku cerita bergambar berbahasa Inggris, membacakannya dengan suara jelas dan mantap kepada para tamu.
Para wisatawan ini sebelumnya telah melihat Taipei 101 dan pasar malam, namun sesi membaca cerita bersama nenek Taiwan ini menawarkan sesuatu yang berbeda: kisah tentang ladang pegunungan, hujan musim panas, dan keberanian untuk mengubah hidup seseorang.

Percakapan Dua Arah Antar Generasi
Selama sesi berlangsung, pertanyaan mengalir dari dua arah. Wisatawan bertanya tentang bagaimana rasanya tumbuh besar di Taiwan pada dekade-dekade lalu, sementara para nenek dan kakek balik bertanya tentang bagaimana rasanya menua di negara asal para wisatawan tersebut.
Pendiri Topology Travel, Peter Lin, mengatakan proyek ini bukan sekadar menambah satu tur baru ke dalam katalog perusahaan. Menurutnya, program ini juga bertujuan mengubah cara pandang terhadap masa tua di Taiwan.
Latar Belakang Kawasan Dadaocheng
Dadaocheng merupakan kawasan bersejarah yang dulunya menjadi pelabuhan sungai tersibuk di Taipei. Jalan Dihua, jalan utama di kawasan ini, dipenuhi bangunan bata merah bergaya kolonial yang menyimpan jejak masa kejayaan perdagangan teh Taiwan pada abad ke-19.
Alih-alih membawa wisatawan ke titik-titik pandang populer, para pemandu Topology Travel justru mengajak pengunjung menyusuri gang-gang kecil, rumah teh, dan dapur rumahan tempat Taiwan tampil apa adanya, bukan sekadar tampilan untuk kamera.

Tren Kunjungan Wisatawan ke Taiwan
Data pariwisata menunjukkan tren positif kunjungan wisatawan asing ke Taiwan. Pada 2024, Taiwan mencatat lebih dari 7,8 juta kunjungan wisatawan asing, naik sekitar 21 persen dibanding tahun sebelumnya. Pejabat pariwisata Taiwan bahkan memperkirakan jumlah kunjungan bisa mencapai 9,3 juta seiring makin banyak orang yang ingin melihat langsung negara ini.
Beberapa hal yang membuat wisata teh Taipei di Dadaocheng semakin diminati antara lain:
- Suasana otentik rumah teh berusia lebih dari seratus tahun.
- Interaksi langsung dengan warga lanjut usia setempat.
- Nuansa sejarah perdagangan teh Taiwan yang masih terjaga.
- Pengalaman yang lebih personal dibanding tur konvensional ke tempat-tempat populer.
Manfaat Sosial bagi Warga Lanjut Usia
Peter Lin menjelaskan bahwa program ini juga dirancang agar para lansia tidak merasa harus menepi seiring bertambahnya usia. Dengan memberi mereka alasan untuk keluar rumah setiap minggu, bertemu orang baru, dan kembali menggunakan kemampuan bahasa Inggris mereka, program ini membuka lebih banyak pilihan hidup bagi para lansia sekaligus menegaskan bahwa pengalaman hidup mereka adalah hal yang justru ingin diketahui wisatawan.
Relevansi bagi Wisatawan dan Warga Indonesia di Taiwan
Bagi wisatawan maupun warga Indonesia yang tinggal di Taiwan, wisata teh Taipei semacam ini menawarkan cara baru mengenal budaya Taiwan secara lebih mendalam, sekaligus menjadi rekomendasi menarik untuk mengajak keluarga menikmati sisi lain Taipei di luar destinasi populer seperti Taipei 101 dan pasar malam.
Baca juga: Peluang lowongan kerja hijau Taiwan bagi lulusan baru.
Kesimpulan
Program wisata teh Taipei di Dadaocheng menunjukkan bagaimana pariwisata dapat menjadi jembatan antar generasi sekaligus melestarikan budaya lokal. Pengalaman personal seperti ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah tren wisata yang semakin seragam di berbagai destinasi dunia.
Simak laporan lengkapnya melalui Taiwan News.