Vaksin rotavirus Taiwan akan resmi masuk ke dalam program imunisasi anak yang dibiayai pemerintah mulai 2027, menurut pengumuman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Taiwan. Kebijakan ini diperkirakan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 120.000 bayi pada tahun pertama penerapannya.
Vaksin Rotavirus Taiwan Resmi Masuk Program Gratis 2027
Direktur Jenderal CDC Taiwan, Philip Lo, mengatakan dua jenis vaksin rotavirus yang telah disetujui di Taiwan, yaitu vaksin dua dosis dan tiga dosis, akan dimasukkan ke dalam program imunisasi yang dibiayai negara. Rotavirus dikenal sebagai penyebab diare berat pada anak yang berpotensi menyebabkan rawat inap.
Menurut data CDC, rotavirus bertanggung jawab atas sekitar setengah dari seluruh kasus gastroenteritis pada anak di bawah usia lima tahun di Taiwan.

Cara Pemberian dan Syarat Usia Bayi
Vaksin rotavirus diberikan secara oral, bukan melalui suntikan. Bayi yang lahir setelah Juni tahun ini akan memenuhi syarat mendapatkan vaksin ini secara gratis. Syarat usia bayi yang berhak menerima vaksin adalah minimal enam minggu dan maksimal delapan bulan.
Saat ini, vaksin rotavirus di Taiwan masih berbayar dengan kisaran harga 5.500 hingga 6.000 dolar Taiwan Baru, atau sekitar 186 hingga 203 dolar AS per anak. Dengan masuknya vaksin ini ke program gratis, beban biaya kesehatan keluarga diperkirakan akan berkurang signifikan.
Total Vaksin Gratis Bertambah Menjadi 10 Jenis
Setelah vaksin rotavirus Taiwan resmi dimasukkan ke program pemerintah, total vaksin yang akan diberikan gratis kepada anak-anak Taiwan menjadi 10 jenis, melindungi dari 15 penyakit menular berbeda. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Taiwan memperluas cakupan imunisasi anak nasional.

Dampak Rotavirus pada Anak Taiwan
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa vaksinasi rotavirus efektif menurunkan angka rawat inap akibat penyakit ini di Taiwan. Meski sebelumnya belum masuk program nasional, penggunaan vaksin secara mandiri di pasar swasta sudah terbukti menurunkan angka rawat inap rotavirus pada anak di bawah lima tahun secara signifikan.
Beberapa manfaat utama program vaksin gratis ini antara lain:
- Mengurangi beban biaya kesehatan bagi keluarga dengan bayi baru lahir.
- Menurunkan risiko rawat inap akibat diare berat pada bayi dan balita.
- Memperluas akses imunisasi yang setara bagi seluruh keluarga di Taiwan.
- Melengkapi jadwal imunisasi nasional yang kini mencakup 10 jenis vaksin.
Manfaat bagi Keluarga Pekerja Migran Indonesia
Kebijakan vaksin rotavirus Taiwan ini juga relevan bagi keluarga pekerja migran Indonesia yang memiliki bayi lahir di Taiwan setelah Juni tahun ini. Dengan program pembiayaan pemerintah, orang tua tidak perlu lagi menanggung biaya vaksin secara mandiri, asalkan bayi memenuhi syarat usia yang ditetapkan CDC Taiwan.
Orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter anak atau puskesmas setempat untuk memastikan jadwal vaksinasi bayi sesuai dengan kebijakan terbaru ini begitu program resmi berjalan pada 2027.
Baca juga: Wisata teh Taipei yang mempertemukan turis dengan lansia Dadaocheng.
Kesimpulan
Masuknya vaksin rotavirus Taiwan ke dalam program imunisasi gratis nasional pada 2027 menjadi kabar baik bagi keluarga di Taiwan, termasuk keluarga pekerja migran Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan angka rawat inap akibat rotavirus sekaligus meringankan beban biaya kesehatan anak.
Baca informasi lengkapnya melalui Taipei Times dan Focus Taiwan.