Kerja sama pendidikan Taiwan Indonesia semakin diperkuat menyusul kunjungan resmi delegasi Universitas Indonesia (UI) yang dipimpin Rektor Heri Hermansyah ke Taiwan pada 24-27 Juni 2026. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan menyebut kunjungan ini sebagai keberhasilan besar dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara, khususnya di bidang pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia.
Kunjungan Delegasi UI ke Sejumlah Kampus Taiwan
Selama empat hari di Taiwan, delegasi beranggotakan lima orang dari UI mengunjungi Kementerian Pendidikan Taiwan (MOE), National Taiwan University, National Taipei University of Technology, serta Institut Hubungan Internasional National Chengchi University. Pertemuan-pertemuan tersebut membahas pendalaman kerja sama pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, dan pertukaran akademik antara kedua negara.
Selain mengunjungi kampus, Rektor Heri Hermansyah juga menyempatkan diri mengunjungi pameran Medical Taiwan, Taiwan FactCheck Center, dan organisasi masyarakat sipil One-Forty untuk mendalami perkembangan layanan kesehatan dan pemberdayaan pekerja migran di Taiwan.

Fokus pada Pengembangan Talenta Keperawatan
Salah satu poin penting dalam pertemuan delegasi UI dengan Wakil Menteri Pendidikan Taiwan Liu Kuo-wei pada 25 Juni adalah pembahasan mengenai pengembangan sumber daya manusia di bidang keperawatan. Liu menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Taiwan meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, mendekati 20 ribu orang pada 2025 dan menjadikan Indonesia sebagai negara asal mahasiswa internasional terbesar kedua di Taiwan setelah Vietnam.
Menurut data Kementerian Pendidikan Taiwan, bidang teknik dan industri terkait menjadi pilihan paling diminati mahasiswa Indonesia, dengan lebih dari 1.500 mahasiswa menempuh pendidikan di bidang tersebut. Rektor Heri menyampaikan harapannya agar semakin banyak mahasiswa Indonesia dapat melanjutkan studi program keperawatan di universitas-universitas Taiwan, sekaligus menjajaki peluang sertifikasi profesi di bidang tersebut.
Perjanjian Kerja Sama INTACT Base Taiwan-Indonesia
Salah satu hasil konkret dari kunjungan ini adalah penandatanganan perjanjian kerja sama antara UI dan program International Talent Circulation (INTACT) Base Taiwan-Indonesia milik Kementerian Pendidikan Taiwan. Melalui kerja sama ini, didirikan INTENSE Hub di UI sebagai basis penting Taiwan untuk pengembangan talenta di Indonesia.
MOFA Taiwan menjelaskan bahwa program INTACT dirancang untuk mempererat hubungan antara institusi pendidikan terkemuka di Taiwan dan Indonesia, dengan misi utama mempromosikan pertukaran mahasiswa serta pengembangan talenta lintas negara. Ke depannya, kedua pihak berencana memperdalam kerja sama melalui pengembangan talenta unggul, baik melalui jalur pendidikan maupun kesempatan kerja.

Skema Gelar Ganda dan Sertifikasi Profesi
Rektor Heri turut menyampaikan harapan agar skema seperti program gelar ganda dapat dikembangkan lebih lanjut, sehingga lulusan dapat membawa pulang keunggulan keahlian keperawatan Taiwan untuk diterapkan di Indonesia, atau sebaliknya memberikan layanan profesional di Taiwan. Wakil Menteri Liu menanggapi dengan menjelaskan bahwa mahasiswa asing perlu memiliki kemampuan bahasa Mandarin memadai agar dapat memperoleh sertifikasi profesi dan mengikuti program magang di Taiwan dengan lancar.
Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Taiwan menyarankan agar mahasiswa Indonesia telah memiliki sertifikat kemampuan bahasa Mandarin pada tingkat tertentu sebelum memulai studi di Taiwan, sebagai bagian dari persiapan akademik sekaligus pemenuhan kebutuhan komunikasi dalam praktik kerja di lapangan.
Mengapa Taiwan Membutuhkan Talenta Keperawatan Asing
Ketertarikan Taiwan menjalin kerja sama pendidikan di bidang keperawatan bukan tanpa alasan. Taiwan tengah menghadapi tantangan demografis serius akibat populasi yang menua dengan cepat dan angka kelahiran yang rendah, sehingga kebutuhan tenaga kesehatan profesional terus meningkat setiap tahun. Sejumlah rumah sakit di Taiwan melaporkan kekurangan perawat dalam beberapa tahun terakhir, mendorong pemerintah membuka lebih banyak jalur pendidikan dan sertifikasi bagi tenaga kesehatan asing.
Di sisi lain, Indonesia memiliki basis sumber daya manusia muda yang besar dengan minat tinggi terhadap profesi keperawatan. Kombinasi kebutuhan Taiwan dan potensi tenaga kerja Indonesia inilah yang mendasari semakin eratnya kerja sama pendidikan antara kedua negara, khususnya melalui skema pengembangan talenta seperti INTACT dan INTENSE Hub yang baru dibentuk di UI.
Bagian dari Tren Kunjungan Delegasi Pendidikan Indonesia
Kunjungan delegasi UI ini melanjutkan tren kunjungan sejumlah delegasi pendidikan tinggi Indonesia ke Taiwan sepanjang 2026. Sebelumnya pada Mei, delegasi dari Universitas Gadjah Mada yang dipimpin Rektor Ova Emilia juga mengunjungi Taiwan untuk mempromosikan kerja sama akademik di bidang kedokteran, teknik, dan pertanian. Dalam beberapa tahun terakhir, universitas di Taiwan dan Indonesia telah menandatangani lebih dari 1.300 perjanjian pertukaran akademik.
Program Huayu Enrichment Scholarship (HES) dari Kementerian Pendidikan Taiwan juga terus mendukung mahasiswa internasional, termasuk 40 mahasiswa Indonesia untuk tahun akademik 2025-2026, guna meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin sekaligus memperdalam pemahaman budaya Taiwan.
Peran Universitas Indonesia dalam Diplomasi Pendidikan
Sebagai salah satu universitas tertua dan paling terkemuka di Indonesia, keterlibatan UI dalam kerja sama ini turut memperkuat posisi Indonesia dalam peta pendidikan tinggi kawasan Asia. UI dikenal memiliki jejaring internasional yang luas serta program studi unggulan di berbagai bidang, termasuk kedokteran, teknik, dan ilmu sosial, yang membuka peluang kolaborasi riset dan pertukaran akademik lebih lanjut dengan universitas-universitas Taiwan di masa mendatang.
Pendirian INTENSE Hub di kampus UI Depok diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi bagi mahasiswa maupun tenaga pendidik yang tertarik menjalin kerja sama dengan institusi Taiwan, sekaligus mempermudah proses informasi terkait beasiswa, program pertukaran, dan peluang magang di Taiwan bagi sivitas akademika UI.
Dampak bagi Diaspora Indonesia di Taiwan
Bagi diaspora Indonesia di Taiwan, penguatan kerja sama pendidikan Taiwan Indonesia semacam ini membuka lebih banyak peluang studi lanjutan dan pengembangan karier, khususnya di sektor kesehatan yang terus mengalami kekurangan tenaga kerja terampil di Taiwan. Peningkatan jumlah perjanjian kerja sama akademik juga berpotensi memperluas akses beasiswa dan program magang bagi pelajar maupun pekerja migran Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan sambil bekerja di Taiwan.
MOFA Taiwan menegaskan komitmennya menjalankan kebijakan “diplomasi terpadu” yang menggabungkan kekuatan pemerintah, kalangan akademisi, dan masyarakat sipil untuk menciptakan hasil yang saling menguntungkan antara Taiwan dan Indonesia, sejalan dengan hubungan erat kedua negara di mana sekitar 300.000 pekerja migran, pasangan, dan pelajar Indonesia kini tinggal di Taiwan.
Kesimpulan
Kunjungan delegasi Universitas Indonesia yang menghasilkan perjanjian INTACT Base dan pembahasan pengembangan talenta keperawatan menandai babak baru kerja sama pendidikan Taiwan Indonesia. Dengan hampir 20 ribu mahasiswa Indonesia sudah belajar di Taiwan, kerja sama semacam ini berpotensi membuka lebih banyak peluang pendidikan dan karier bagi generasi muda Indonesia. Untuk informasi beasiswa Taiwan lainnya, simak juga artikel 86 pelajar Indonesia raih beasiswa Taiwan 2026 di HaloTaiwan.
Baca juga: Demam Berdarah Taiwan Meningkat, WNI Kasus Terbanyak dan Festival Kembang Api Penghu 2026 Bertema Dragon Ball.