Peristiwa

Minyak Goreng Taiwan Ditarik, 401 Produk Terdampak Zat Karsinogen

Minyak Goreng Taiwan Ditarik, 401 Produk Terdampak Zat Karsinogen

Skandal keamanan pangan tengah mengguncang Taiwan. Minyak goreng Taiwan produksi Central Union Oil Corp yang berbasis di Taichung ditemukan mengandung zat karsinogen benzo(a)pirena (BaP) melebihi ambang batas legal, memicu penarikan besar-besaran yang kini mencakup 401 produk di seluruh penjuru negeri. Bagi warga Indonesia di Taiwan, baik pekerja migran maupun pelajar yang berbelanja kebutuhan dapur sehari-hari di minimarket dan supermarket lokal, memahami kronologi kasus ini penting agar dapat menghindari produk terdampak dan menjaga kesehatan keluarga.

Kronologi Skandal Minyak Goreng Taiwan

Masalah ini pertama kali terendus pada Mei lalu, ketika salah satu pelanggan hilir (downstream customer) mendeteksi kandungan BaP yang tidak wajar dalam minyak kedelai produksi Central Union. Batas legal BaP di Taiwan adalah 2 bagian per miliar (ppb), namun satu batch yang diuji menunjukkan kadar hingga 8 ppb, empat kali lipat dari ambang aman.

Yang memperburuk keadaan, otoritas kesehatan menyebut Central Union sebenarnya telah mengetahui masalah ini sejak 11 Juni, tetapi baru melaporkannya kepada pemerintah pada 30 Juni, hampir tiga minggu kemudian. Keterlambatan pelaporan inilah yang kemudian membuat Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menjatuhkan denda rekor sebesar NT$165,2 juta atau sekitar Rp79,8 miliar kepada perusahaan tersebut pada 7 Juli, denda terbesar yang pernah dijatuhkan otoritas pusat dalam kasus keamanan pangan di Taiwan.

Botol minyak goreng di rak supermarket terkait skandal minyak goreng Taiwan
Ratusan produk yang menggunakan minyak goreng dari batch tercemar telah ditarik dari peredaran di Taiwan

Penarikan yang Terus Meluas

Sejak penarikan awal diperintahkan pada 1 Juli, cakupannya terus diperluas seiring penelusuran otoritas pangan. Berikut adalah garis waktu perluasan penarikan produk:

  • 1 Juli: Penarikan awal terhadap minyak Central Union dan produk langsung dari tiga perusahaan hilir
  • 4 Juli: Penarikan diperluas ke produk turunan yang mengandung setidaknya 20 persen minyak terdampak
  • 9 Juli: Seluruh produk minyak edibel Central Union yang diproduksi April-Juni ditarik sebagai langkah pencegahan
  • 13-14 Juli: Daftar produk terdampak melonjak menjadi 401 item, naik dari 232 produk sehari sebelumnya

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA), sekitar 1.300 metrik ton minyak dari batch bermasalah telah didistribusikan ke 360 bisnis hilir melalui 30 batch dari 18 produk yang dijual oleh Taisun Enterprise Co, Fwusow Industry Co, dan Formosa Oilseed Processing Co.

Produk Apa Saja yang Terdampak?

Produk yang ditarik mencakup berbagai kategori makanan yang menggunakan minyak goreng Central Union sebagai bahan baku, di antaranya:

  • Minyak goreng kemasan untuk konsumsi rumah tangga
  • Makanan siap saji di minimarket (konbini)
  • Mi instan dan produk mi kering
  • Produk roti dan kue kering (bakery)
  • Saus dan bumbu masak kemasan
  • Hidangan restoran yang menggunakan minyak dari pemasok terdampak

Pemerintah daerah juga ikut menjatuhkan sanksi tambahan. Pemerintah Kota Taichung mendenda Central Union, Fwusow, dan Formosa Oilseed Processing masing-masing NT$3 juta, sementara Dinas Kesehatan Changhua mendenda Taisun NT$6 juta karena terlambat melaporkan kontaminasi.

Dugaan Pemalsuan Sampel Uji

Kasus ini semakin rumit setelah otoritas kesehatan menahan hasil uji dari 29 batch produksi April-Juni karena kecurigaan adanya pemalsuan sampel. Menteri Kesehatan Shih Chung-liang mengungkapkan bahwa hasil uji sampel yang disimpan Central Union tidak konsisten dengan hasil uji minyak campuran yang menggunakan produk perusahaan tersebut. General Manager dan Ketua Central Union bahkan telah diperiksa dan dibebaskan dengan jaminan NT$20 juta atas dugaan tindak pidana terkait kasus ini.

Lorong minyak goreng di supermarket Taiwan tempat produk terdampak sempat dijual
Konsumen diimbau memeriksa label dan nomor batch produk minyak goreng sebelum membeli

Apa Itu Benzo(a)pirena dan Bahayanya?

Benzo(a)pirena adalah senyawa hidrokarbon aromatik polisiklik yang terbentuk secara alami ketika bahan organik dipanaskan pada suhu tinggi, mengalami pirolisis, atau pembakaran tidak sempurna. Zat ini telah lama dikategorikan sebagai karsinogen bagi manusia, artinya paparan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker, terutama bila terakumulasi dalam tubuh dari konsumsi berulang.

Meski risiko dari paparan sekali makan relatif kecil, otoritas kesehatan Taiwan menegaskan bahwa standar keamanan pangan tidak memberi ruang kompromi. “Tidak ada ruang untuk kompromi dalam hal keamanan pangan,” tegas Menteri Shih dalam konferensi pers.

Langkah Pemerintah Taiwan Selanjutnya

Perdana Menteri Cho Jung-tai telah memerintahkan otoritas terkait untuk menyelesaikan pengujian seluruh sampel yang tersisa dalam waktu satu minggu serta menyiapkan amendemen terhadap regulasi keamanan pangan. Pemerintah juga memperkenalkan sistem pemeriksaan batch demi batch bagi produk yang ditarik sebagai langkah pencegahan sebelum diizinkan kembali ke rak toko.

TFDA menegaskan bahwa produk yang ditarik secara pencegahan hanya dapat kembali dijual setelah lolos inspeksi keamanan, dengan pengecualian bagi produk yang terkait langsung dengan lima batch yang telah terbukti mengandung BaP berlebih.

Tips Keamanan Pangan bagi Warga Indonesia di Taiwan

Untuk melindungi diri dan keluarga dari dampak skandal ini, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Periksa merek dan nomor batch minyak goreng yang dimiliki di rumah, terutama produk dari Taisun, Fwusow, dan Formosa Oilseed Processing
  • Perhatikan pengumuman resmi dari TFDA (Taiwan Food and Drug Administration) melalui situs resminya untuk daftar produk terbaru yang ditarik
  • Simpan struk belanja sebagai bukti pembelian apabila produk yang dibeli ternyata masuk daftar penarikan
  • Kembalikan produk yang termasuk dalam daftar penarikan ke toko tempat pembelian untuk mendapatkan penggantian atau pengembalian dana
  • Jangan panik berlebihan, namun tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah Taiwan

Terlepas dari isu keamanan pangan, warga Indonesia di Taiwan juga bisa menyimak kabar positif seputar kenaikan upah riil Taiwan yang tertinggi dalam 6 tahun. Sementara itu, kasus ini menjadi pengingat penting di tengah berbagai isu kesehatan masyarakat lain yang tengah dipantau di Taiwan, termasuk kasus pertama virus Zika tahun ini yang dikonfirmasi CDC Taiwan, sehingga kewaspadaan terhadap kesehatan menjadi semakin relevan bagi warga asing yang tinggal di Taiwan.

Dampak bagi Industri Makanan Taiwan

Skandal ini turut memukul reputasi sejumlah produsen makanan besar di Taiwan. Namchow Holdings, misalnya, ikut didenda NT$3 juta oleh dinas kesehatan Taipei akibat keterlambatan pelaporan produk yang menggunakan minyak Central Union. Insiden ini menambah tekanan bagi industri pengolahan makanan Taiwan untuk memperketat rantai pasok dan sistem pelaporan internal mereka demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

Pemerintah Taiwan menegaskan akan terus memperketat pengawasan terhadap produsen minyak edibel skala besar mengingat dampaknya yang meluas ke ratusan produk turunan hanya dari satu sumber kontaminasi.

Kesimpulan

Skandal minyak goreng Taiwan yang melibatkan Central Union Oil Corp menjadi salah satu kasus keamanan pangan terbesar di Taiwan tahun ini, dengan denda rekor dan penarikan yang mencakup ratusan produk. Bagi warga Indonesia di Taiwan, memeriksa produk yang dikonsumsi sehari-hari dan mengikuti pembaruan resmi dari otoritas pangan setempat menjadi langkah bijak untuk menjaga kesehatan di tengah situasi yang masih terus berkembang ini.

Sumber: Focus Taiwan, Focus Taiwan