Pendidikan

Populasi Menurun, Taiwan Buka Peluang bagi Mahasiswa Indonesia

Populasi Menurun, Taiwan Buka Peluang bagi Mahasiswa Indonesia

Penurunan angka kelahiran di Taiwan ternyata membuka peluang besar bagi mahasiswa Indonesia kuliah di Taiwan. Sejumlah kampus di Taiwan yang menghadapi kekurangan mahasiswa lokal kini semakin agresif merekrut mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, untuk menjaga keberlangsungan operasional mereka.

Direktur Divisi Pendidikan Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia, Meichi Shih, mengungkapkan hal ini dalam keterangannya pada Jumat (24/7/2026). Ia menyebut sejumlah dari 139 perguruan tinggi di Taiwan kini harus tutup atau melakukan konsolidasi akibat penurunan populasi, namun di sisi lain pintu semakin terbuka lebar bagi pelajar asing.

Gedung Administrasi National Taiwan University, salah satu kampus tujuan favorit mahasiswa Indonesia di Taiwan
Gedung Administrasi National Taiwan University (NTU) di Taipei, salah satu kampus top tujuan mahasiswa internasional.

Penurunan Populasi Dorong Rekrutmen Mahasiswa Asing

Taiwan saat ini memiliki 139 perguruan tinggi yang terdiri dari 66 universitas komprehensif dan 73 universitas teknologi. Akibat penurunan angka kelahiran yang berlangsung bertahun-tahun, jumlah calon mahasiswa lokal terus menyusut, memaksa sejumlah kampus mengambil langkah tutup atau bergabung dengan institusi lain.

Di tengah tantangan ini, Taiwan justru mencatat pertumbuhan pesat jumlah mahasiswa internasional. Pada 2025, jumlah mahasiswa asing di Taiwan mencapai sekitar 140.000 orang, dengan 91.000 di antaranya merupakan mahasiswa program gelar penuh (S1, S2, S3). Dalam periode 2021-2025, jumlah mahasiswa internasional meningkat 50 persen, sementara mahasiswa program gelar naik 40 persen.

Indonesia, Penyumbang Mahasiswa Asing Terbesar Kedua

Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang mahasiswa asing terbesar di Taiwan, dengan sekitar 14.000 hingga lebih dari 19.000 mahasiswa (tergantung metode penghitungan dan tahun akademik) yang menempuh pendidikan di berbagai kampus Taiwan. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara sumber mahasiswa asing terbesar kedua di Taiwan, setelah Vietnam.

  • Teknik dan rekayasa
  • Bisnis dan manajemen
  • Teknologi informasi
  • Kesehatan

Keempat bidang studi di atas menjadi jurusan paling diminati mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Taiwan, sejalan dengan posisi Taiwan sebagai salah satu pusat rantai pasok semikonduktor dan teknologi global.

Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2026

Untuk memperkenalkan lebih banyak peluang studi kepada pelajar Indonesia, TETO bersama Ikatan Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) menggelar Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2026. Pameran pendidikan ini terus berkembang pesat sejak pertama digelar, dari 46 universitas peserta pada 2023, bertambah menjadi 57 universitas pada 2024, dan meningkat lagi menjadi 65 universitas pada penyelenggaraan 2025 serta 2026.

Kampus utama National Taiwan University tempat mahasiswa internasional termasuk pelajar Indonesia menempuh pendidikan
Suasana kampus utama National Taiwan University, salah satu dari 139 perguruan tinggi di Taiwan yang membuka peluang bagi mahasiswa internasional.

Melalui THEFI, pemerintah Taiwan menawarkan berbagai program beasiswa mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral, termasuk beasiswa belajar bahasa Mandarin selama satu tahun melalui Huayu Enrichment Scholarship. Pendaftaran beasiswa resmi pemerintah Taiwan biasanya dibuka setiap Februari hingga Maret melalui TETO Indonesia.

Kerja Sama Antarkampus Terus Berkembang

Selain jalur beasiswa resmi pemerintah, semakin banyak universitas di Indonesia yang menjalin kerja sama langsung dengan kampus-kampus Taiwan. Sepanjang Juli 2026 saja, sejumlah universitas Indonesia seperti Universitas Negeri Surabaya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Islam Indonesia menjajaki program pertukaran mahasiswa, double degree, hingga riset kolaboratif dengan kampus-kampus mitra di Taiwan.

Kerja sama semacam ini membuka jalur alternatif bagi mahasiswa Indonesia untuk kuliah di Taiwan tanpa harus melalui jalur beasiswa kompetitif, misalnya melalui program pertukaran singkat, magang internasional, atau program gelar ganda antar-universitas mitra.

NTNU dan Kampus dengan Populasi Internasional Terbesar

Sejumlah kampus di Taiwan bahkan telah membangun reputasi khusus dalam menarik mahasiswa internasional. National Taiwan Normal University (NTNU), misalnya, tercatat memiliki hampir 2.000 mahasiswa internasional dari 73 negara, dengan Malaysia, Vietnam, Myanmar, dan Indonesia sebagai penyumbang terbesar. Strategi kampus ini mencakup program pengajaran berbahasa Inggris, pelatihan bahasa Mandarin intensif, serta jaringan kerja sama internasional yang luas.

Sementara itu, National Taiwan University (NTU) sebagai kampus nomor satu di Taiwan mencatat lebih dari 6.000 mahasiswa internasional, menjadikannya salah satu tujuan paling diminati bagi pelajar Indonesia yang mengincar program studi teknik, sains, dan bisnis dengan reputasi global.

Peluang dan Tantangan bagi Calon Mahasiswa Indonesia

Dengan semakin terbukanya akses, calon mahasiswa Indonesia perlu mempersiapkan diri lebih matang agar dapat bersaing meraih peluang ini. Selain nilai akademik, penguasaan bahasa Mandarin dasar melalui program TOCFL, kesiapan dokumen, serta pemilihan program studi yang sesuai kebutuhan industri Taiwan menjadi kunci penting untuk lolos seleksi.

Di sisi lain, konsolidasi kampus akibat penurunan populasi juga berarti calon mahasiswa perlu lebih selektif memilih universitas, memastikan program studi yang diambil tetap stabil dan diakui dalam jangka panjang meski terjadi merger antarkampus.

Jalur Beasiswa Resmi Pemerintah Taiwan

Selain THEFI, jalur utama bagi pelajar Indonesia untuk kuliah di Taiwan adalah dua program beasiswa resmi dari Kementerian Pendidikan Taiwan yang disalurkan melalui TETO Indonesia setiap tahun. Program pertama adalah Beasiswa Taiwan (Taiwan Scholarship) untuk jenjang S1, S2, dan S3, sementara program kedua adalah Huayu Enrichment Scholarship (HES) untuk kursus intensif bahasa Mandarin selama satu tahun.

Kedua program ini kompetitif, dengan seleksi tahun 2026 yang menerima lebih dari 1.200 pendaftar dari seluruh Indonesia untuk memperebutkan 86 kursi beasiswa. Pendaftaran biasanya dibuka setiap 1 Februari hingga 31 Maret melalui situs resmi Divisi Pendidikan TETO Indonesia. Selain beasiswa MoE, pelajar Indonesia juga dapat mendaftar Beasiswa TaiwanICDF untuk jenjang S2 dan S3, maupun beasiswa mandiri yang ditawarkan langsung oleh masing-masing universitas seperti NTU International Graduate Scholarship.

Biaya Kuliah dan Fasilitas Pendukung

Penerima beasiswa penuh umumnya mendapatkan pembebasan biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan, serta asuransi kesehatan selama masa studi. Bagi mahasiswa jalur mandiri (tanpa beasiswa), biaya kuliah di universitas negeri Taiwan tergolong lebih terjangkau dibanding banyak negara tujuan studi populer lainnya, sementara biaya hidup di kota-kota seperti Taichung dan Tainan relatif lebih rendah dibanding Taipei.

Kesimpulan

Tantangan demografi yang dihadapi Taiwan justru membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa Indonesia kuliah di Taiwan, baik melalui beasiswa resmi pemerintah maupun kerja sama langsung antarkampus. Dengan persiapan yang matang, momentum ini bisa menjadi pintu masuk berharga bagi pelajar Indonesia untuk mengakses pendidikan berkualitas dan jaringan industri teknologi global di Taiwan.

Sumber: Tribunnews, RRI, Taipei Times