Legenda bisbol Taiwan Yang Dai-Kang resmi mengumumkan pensiun dari dunia bisbol profesional setelah menjalani karier gemilang selama 21 tahun. Pensiun Yang Dai-Kang diumumkan lewat pernyataan resmi klub minor league Jepang, Oisix Niigata Albirex Baseball Club, tempat ia bermain sejak 2024. Kabar ini menjadi salah satu berita olahraga paling dibicarakan di Taiwan pekan ini.
Pemain kelahiran Taitung ini dikenal luas berkat kariernya yang panjang dan penuh prestasi di Nippon Professional Baseball (NPB), liga bisbol profesional Jepang, sebelum akhirnya menutup perjalanan karier profesionalnya di usia 39 tahun.
Perjalanan Karier Yang Dai-Kang di Jepang
Yang Dai-Kang memulai karier profesionalnya setelah dipilih oleh Hokkaido Nippon-Ham Fighters pada putaran pertama draft NPB 2006. Ia resmi debut di level utama pada April 2007 dan langsung menunjukkan kualitasnya sebagai outfielder yang tangguh.
Selanjutnya, selama 11 musim bersama Nippon-Ham Fighters, Yang menjadi bagian penting dari skuad juara Japan Series 2016. Namun perjalanan kariernya tidak berhenti di sana. Pada 2017, ia pindah ke klub raksasa Yomiuri Giants dan bermain selama lima musim berikutnya, sebelum melanjutkan karier di berbagai liga minor di Amerika Serikat dan klub Brisbane Bandits di Australia pada 2022 dan 2023.

Bisbol merupakan salah satu olahraga paling populer di Taiwan, tempat asal Yang Dai-Kang.
Prestasi dan Penghargaan Sepanjang Karier
Sepanjang 15 musim di NPB, Yang mencatatkan rata-rata pukulan .270 dengan 1.164 hits dan 105 home run. Ia juga meraih empat kali NPB Gold Glove Award sebagai outfielder pada 2012, 2013, 2014, dan 2016, serta terpilih tiga kali berturut-turut dalam NPB All-Star Game dari 2012 hingga 2014.
Kendati demikian, prestasi Yang tidak hanya berhenti di level klub. Ia juga dua kali dinobatkan sebagai MVP dalam NPB All-Star Series, yaitu pada Game 3 tahun 2012 dan Game 2 tahun 2014, menegaskan reputasinya sebagai salah satu pemain terbaik lintas generasi di Jepang.
Kontribusi bagi Taiwan di Kancah Internasional
Selain kiprahnya di level klub, Yang Dai-Kang juga menjadi andalan tim nasional bisbol Taiwan dalam berbagai turnamen internasional. Ia tampil membela Taiwan pada World Baseball Classic 2006 dan 2013, serta WBSC Premier12 2015.
Menariknya, karier internasional Yang justru dimulai sejak masih berstatus pemain amatir. Ia turut membela tim nasional Taiwan pada Asian Games 2006 di Doha, Qatar, saat itu meraih medali emas cabang bisbol, satu-satunya gelar juara Asian Games yang pernah diraih tim bisbol Taiwan hingga 2021. Pengalaman internasional sejak usia muda inilah yang kemudian membentuk mentalitas juangnya di level profesional Jepang.
Kenangan dan Ucapan Terima Kasih
Dalam pernyataan resminya yang dirilis dalam bahasa Mandarin dan Jepang, Yang menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar, rekan setim, dan pelatihnya di SMA Fukuoka Daiichi, Jepang. Ia juga secara khusus berterima kasih kepada dua klub yang membentuk kariernya, Hokkaido Nippon-Ham Fighters dan Yomiuri Giants.
“Alasan saya bisa berkompetisi sebagai pemain bisbol profesional selama 21 tahun adalah karena dukungan dari para penggemar, pemain senior, dan rekan setim yang berjuang bersama saya, di klub mana pun saya bermain,” ujar Yang dalam pernyataannya.
Kehidupan Pribadi dan Awal Karier
Di luar lapangan, Yang yang dikenal di Jepang dengan nama panggilan Yoh Daikan turut mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Dalam pernyataan pensiunnya, ia secara khusus berterima kasih kepada sang istri dan ketiga anaknya yang selalu mendampingi perjalanan kariernya di negeri orang selama lebih dari dua dekade.
Yang mengawali fondasi kariernya di SMA Fukuoka Daiichi, Jepang, sebelum akhirnya dipilih Hokkaido Nippon-Ham Fighters pada draft 2006. Perjalanan dari bangku sekolah menengah hingga menjadi bintang NPB ini kerap dijadikan inspirasi bagi pemain muda Taiwan yang bermimpi berkarier di liga bisbol Jepang.
Jejak Pemain Taiwan Lain di Panggung Bisbol Dunia
Selain Yang Dai-Kang, sejumlah pemain asal Taiwan turut mengukir prestasi di level internasional dalam beberapa waktu terakhir. Di Amerika Serikat, misalnya, pemain Major League Baseball (MLB) asal Taiwan Lee Hao-yu tercatat masih dalam performa impresif dengan rentetan hit yang konsisten bersama Detroit Tigers, sementara nama-nama seperti Teng Kai-wei dan Cheng Tsung-che juga turut membela klub-klub MLB.
Kiprah para pemain ini menegaskan bahwa Taiwan terus melahirkan talenta-talenta bisbol berkualitas dunia, melanjutkan warisan yang dibangun oleh generasi sebelumnya seperti Yang Dai-Kang. Popularitas bisbol di Taiwan pun turut terdorong oleh keberhasilan para pemain diaspora ini di kompetisi-kompetisi bergengsi dunia.
Rencana Setelah Pensiun

Yang Dai-Kang membangun karier 21 tahun sebagai pemain bisbol profesional sebelum resmi pensiun.
Oleh karena itu, publik bisbol Taiwan kini menantikan langkah selanjutnya dari Yang setelah resmi gantung sepatu. Klubnya, Oisix Niigata Albirex, dijadwalkan menggelar konferensi pers resmi pada 1 Agustus mendatang untuk mengumumkan detail lebih lanjut terkait masa pensiunnya.
Sementara itu, tidak sedikit pengamat bisbol yang berharap Yang dapat berkontribusi pada pengembangan bisbol Taiwan di masa depan, baik sebagai pelatih maupun duta olahraga, mengingat pengalamannya yang luas di level bisbol profesional Jepang selama lebih dari dua dekade.
Bisbol sebagai Olahraga Kebanggaan Taiwan
Kisah karier Yang Dai-Kang turut menegaskan posisi bisbol sebagai olahraga nomor satu di Taiwan. Banyak pemain muda Taiwan yang mengikuti jejaknya untuk mengadu nasib di liga-liga bisbol Jepang maupun Amerika Serikat, mengingat popularitas dan level kompetisi yang tinggi di kedua liga tersebut.
Selain itu, kesuksesan pemain-pemain diaspora seperti Yang turut mengangkat nama Taiwan di kancah bisbol internasional, sekaligus menginspirasi generasi pemain muda di Taiwan, termasuk komunitas pencinta bisbol dari kalangan pelajar dan pekerja Indonesia yang menetap di Taiwan.
Kesimpulan
Pensiun Yang Dai-Kang menandai berakhirnya salah satu babak paling gemilang dalam sejarah bisbol Taiwan di panggung internasional. Dengan rekam jejak 21 tahun penuh prestasi di NPB dan tim nasional, warisannya diperkirakan akan terus menginspirasi generasi pebisbol Taiwan berikutnya untuk berani mengejar mimpi di level dunia.
Baca juga: Kerja Sama Drone Taiwan Inggris Resmi Diteken di Farnborough untuk kabar terbaru seputar perkembangan teknologi dan industri Taiwan.