Data terbaru menunjukkan bahwa hingga akhir Maret 2026, jumlah pekerja migran di Taiwan mencapai sekitar 873.000 orang, dengan pekerja asal Indonesia menjadi kelompok terbesar sebanyak 37,3 persen, disusul pekerja asal Vietnam sebesar 33,7 persen.
Kontribusi Besar bagi Ekonomi Taiwan
Hampir satu juta pekerja migran asal Asia Tenggara ini menjadi tulang punggung berbagai sektor penting di Taiwan, mulai dari layanan kesehatan dan perawatan lansia, manufaktur, hingga sektor teknologi dan akademik. Kehadiran pekerja migran Indonesia khususnya sangat terasa di sektor perawatan (caregiver) dan manufaktur.
Tantangan di Tengah Persaingan Regional
Meski jumlahnya terus bertambah, dengan 89.960 pekerja Indonesia yang berangkat ke Taiwan pada tahun lalu, sejumlah survei terhadap pelajar vokasi di Indonesia menunjukkan bahwa Taiwan belum selalu menjadi pilihan utama dibandingkan Jepang atau Korea Selatan. Hal ini menjadi salah satu perhatian pemerintah Taiwan dalam menjaga daya tarik negaranya di tengah persaingan pasar tenaga kerja regional.
Sumber: Taipei Times