Kabar baik datang bagi warga negara asing (WNA) yang sudah lama menetap di Taiwan. Mulai 1 Juli 2026, pemerintah Taiwan resmi memperluas akses perawatan jangka panjang Taiwan dan layanan disabilitas kepada WNA profesional pemegang izin tinggal tetap, setara dengan hak yang selama ini hanya dinikmati warga negara Taiwan.
Kebijakan ini diumumkan oleh Dewan Pembangunan Nasional (National Development Council/NDC) dan menjadi tahap kedua dari amendemen Undang-Undang Perekrutan dan Ketenagakerjaan Tenaga Profesional Asing yang disahkan tahun 2025. Tahap pertama sudah berlaku sejak 1 Januari 2026, berfokus pada relaksasi aturan kerja dan tempat tinggal bagi profesional asing.
Siapa yang Berhak Mendapatkan Layanan Ini?
Sebelum kebijakan baru ini berlaku, akses layanan disabilitas dan lansia hanya diberikan kepada WNA dari 12 negara tertentu, termasuk Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Singapura, serta peserta Program Mackay bagi individu dengan kontribusi jangka panjang terhadap Taiwan.
Kini, cakupannya diperluas. Berdasarkan keterangan NDC, seluruh WNA profesional pemegang izin tinggal tetap yang telah menetap di Taiwan lebih dari 10 tahun, dengan masa tinggal minimal 183 hari per tahun, dapat mengakses layanan disabilitas dan perawatan jangka panjang secara setara dengan warga negara Taiwan.
Berikut ringkasan syarat utama:
- Memegang status tinggal tetap (permanent residence) di Taiwan
- Telah menetap di Taiwan lebih dari 10 tahun
- Tinggal minimal 183 hari setiap tahun di Taiwan
- Berstatus sebagai tenaga profesional asing sesuai definisi NDC
Layanan yang Bisa Diakses Penyandang Disabilitas
WNA penyandang disabilitas kini dapat mengajukan identifikasi disabilitas dan penilaian kebutuhan di kantor kecamatan (township office) setempat. Setelah proses penilaian selesai, pemohon berhak mengakses sejumlah layanan individual, di antaranya:
- Program rekonstruksi kehidupan (life reconstruction)
- Dukungan psikologis
- Bantuan hidup berbasis komunitas
- Konseling pernikahan dan kehamilan
- Layanan perawatan harian maupun rawat inap
Layanan bagi Lansia Asing
Bagi WNA berusia 65 tahun ke atas, atau mereka yang dinilai membutuhkan dukungan tambahan, layanan perawatan jangka panjang Taiwan dapat diajukan melalui pemerintah kota atau kabupaten setempat, serta pusat manajemen perawatan jangka panjang di kantor pemerintah daerah.

Mengapa Kebijakan Ini Diperkenalkan?
NDC menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan dwibahasa yang lebih ramah, menarik talenta asing, dan memberikan hak dasar bagi tenaga profesional asing yang tinggal di Taiwan. Wakil Menteri NDC, Jan Fang-guan, sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah tenaga profesional asing di Taiwan meningkat signifikan dari sekitar 30.000 menjadi hampir 80.000 orang sejak undang-undang ini pertama kali diberlakukan pada Februari 2018.
Menurutnya, rangkaian amendemen ini dirancang untuk mencakup seluruh aspek kehidupan tenaga profesional asing di Taiwan, mulai dari pengembangan karier, kehidupan keluarga, hingga masa pensiun.

Konteks: Taiwan Masuki Era Masyarakat Super-Lansia
Perluasan layanan ini juga sejalan dengan tantangan demografis Taiwan. Sejak resmi memasuki status “masyarakat super-lansia” pada 2025, Taiwan tengah mempersiapkan peluncuran Rencana Perawatan Jangka Panjang 3.0 pada 2026, kelanjutan dari LTC 2.0 yang telah berjalan sejak 2016.
Rencana 3.0 ini akan membawa delapan tujuan strategis, termasuk promosi kesehatan berbasis komunitas, dukungan agar lansia bisa tetap tinggal di rumah dan komunitasnya (aging in place), serta memastikan akhir hayat yang bermartabat bagi seluruh penerima layanan, termasuk WNA yang memenuhi syarat.
Apa Artinya bagi Warga Indonesia di Taiwan?
Bagi warga Indonesia yang telah lama bekerja sebagai tenaga profesional di Taiwan dan memenuhi syarat tinggal tetap, kebijakan ini membuka jalan baru untuk memperoleh jaminan perawatan di masa tua atau saat mengalami disabilitas, tanpa harus kembali ke Indonesia untuk mendapatkan layanan sejenis.
Meski demikian, penting dicatat bahwa kebijakan ini saat ini menyasar kategori “tenaga profesional asing” dengan status tinggal tetap, bukan pekerja migran pada umumnya. Warga yang ingin memastikan status kelayakannya disarankan menghubungi kantor NDC atau layanan imigrasi setempat untuk verifikasi lebih lanjut.

Cara Mengajukan Layanan
- Pastikan status tinggal tetap dan masa tinggal Anda memenuhi syarat (10 tahun, minimal 183 hari/tahun)
- Untuk layanan disabilitas: kunjungi kantor kecamatan (township office) untuk penilaian kebutuhan
- Untuk layanan lansia: hubungi pemerintah kota/kabupaten atau pusat manajemen perawatan jangka panjang setempat
- Siapkan dokumen identitas dan bukti masa tinggal di Taiwan
- Ikuti proses asesmen untuk menentukan jenis layanan yang sesuai
Sebagai referensi resmi, warga juga dapat menghubungi hotline layanan perawatan jangka panjang nasional di nomor 1966 untuk informasi terbaru mengenai kelayakan dan prosedur pengajuan.
Perbandingan dengan Pekerja Migran Umum
Penting dipahami bahwa kebijakan ini berbeda dari skema jaminan sosial bagi pekerja migran biasa (buruh migran/PMI sektor formal seperti pabrik, konstruksi, atau perikanan). Pekerja migran umum di Taiwan sudah lebih dulu memiliki akses ke Asuransi Kesehatan Nasional (National Health Insurance/NHI) sejak tinggal enam bulan atau lebih, serta iuran Asuransi Tenaga Kerja (Labor Insurance) yang dipotong dari gaji bulanan mereka.
Namun demikian, akses terhadap layanan perawatan jangka panjang Taiwan secara formal, seperti yang kini dinikmati WNA profesional pemegang tinggal tetap, sebelumnya memang terbatas. Ini menjadikan kebijakan baru ini sebagai preseden penting yang berpotensi memicu diskusi lebih lanjut mengenai perluasan cakupan serupa bagi kategori pekerja asing lainnya di masa depan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah kebijakan ini berlaku untuk pekerja migran sektor informal seperti asisten rumah tangga atau perawat lansia?
Belum. Kebijakan ini secara spesifik menyasar kategori “tenaga profesional asing” (foreign professionals) dengan status tinggal tetap, bukan pekerja migran sektor perawatan atau manufaktur pada umumnya.
2. Bagaimana cara mengetahui status tinggal tetap saya memenuhi syarat?
Anda dapat memeriksa status ARC (Alien Resident Certificate) dan riwayat masa tinggal melalui Badan Imigrasi Nasional (National Immigration Agency) setempat, atau berkonsultasi langsung dengan NDC.
3. Apakah ada biaya untuk mengajukan layanan ini?
Skema biaya mengikuti struktur yang sama dengan warga negara Taiwan, termasuk sistem co-payment yang berlaku dalam program Perawatan Jangka Panjang 2.0 dan 3.0. Rincian biaya dapat berbeda tergantung jenis layanan yang diajukan.
4. Ke mana saya bisa menghubungi jika membutuhkan bantuan dalam bahasa Indonesia?
Meski hotline nasional 1966 umumnya melayani dalam bahasa Mandarin, sejumlah kantor imigrasi daerah dan pusat layanan warga asing (New Immigrant Service Center) menyediakan penerjemah atau staf yang dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.
Kesimpulan
Perluasan akses perawatan jangka panjang Taiwan bagi WNA profesional menandai langkah penting dalam upaya Taiwan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi talenta asing. Kebijakan ini tidak hanya memberi rasa aman bagi WNA yang menua di Taiwan, tetapi juga memperkuat daya tarik Taiwan sebagai tujuan kerja jangka panjang bagi profesional dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kebijakan ketenagakerjaan asing lainnya di Taiwan, simak juga artikel kami tentang pekerja migran Indonesia di Taiwan untuk gambaran lebih luas soal komunitas Indonesia di Taiwan.
]]>